Teknologi digital merupakan teknologi yang tidak lagi mengggunakan tenaga manusia atau manual.
Sistem digital adalah perkembangan dari sistem analog ke digital. Digitalisasi cenderung pada
sistem pengoperasian yang otomatis dengan format yang dapat dibaca oleh komputer.
Perubahan sistem analog ke digital telah mengubah banyak hal dan mengancam eksistensi media cetak. Sebagian besar
pelanggan media cetak telah beralih ke penggunaan teknologi on line yang lebih feksibel, bisa membaca informasi terbaru kapan saja dan dimana saja.
Penyajian yang lebih hidup telah menarik pengiklan.
BEGITULAH pendapat Jay David
Bolter, Wesley Chair of New Media,
teori digital selalu berkaitan erat dengan media, karena media terus berkembang seiring
dengan majunya teknologi dari media
lama sampai media terbaru, sehingga
mempermudah manusia dalam segala
bidang yang berkaitan dengan Teori Digital.
Sebaiknya kita tahu apa arti
digital dalam arti yang sebenarnya,
sebelum tahu apa itu Teori Digital.
Digital berasal dari bahasa yunani yaitu, kata Digitus yang berarti jari jemari. Jumlah jari-jemari kita adalah 10, dan angka 10 terdiri dari angka 1 dan 0. Oleh karena itu Digital merupakan penggambaran dari suatu keadaan bilangan yang terdiri dari angka 0 dan 1 atau off dan on (bilangan biner). Semua sistem komputer menggunakan sistem digital sebagai basis datanya. Dapat disebut juga dengan istilah Bit (Binary Digit).
Digital adalah sebuah metode
yang kompleks, dan fleksibel yang
membuatnya menjadi sesuatu yang
pokok dalam kehidupan manusia.
Sedangkan Teori Digital adalah
sebuah konsep pemahaman dari
perkembangan Zaman mengenai
Teknologi dan Sains, dari semua yang
bersifat manual menjadi otomatis ,dan dari semua yang bersifat rumit menjadi ringkas.
Makin Manisnya Media Online
Ibarat anak perempuan, media
online tengah menjadi gadis manis
yang beranjak dewasa. Digandrungi pria yang melihatnya!
Kenapa media online sedemikian menariknya?
Apakah ini berarti media cetak sudah
“tamat” di era digital ini?
bagaimana menyikapi pertmbuhan
media online yang ‘tanpa sekat’?
Dan, apa yang perlu dipersiapkan Pergerakan mahasiswa ini Indonesia dalam
menghadapi fenomena era digital
tersebut?
Komentar
Posting Komentar