Pilu dan Rindu

Semua update tentang Semeru namun aku tetap merindukanmu. Bedanya Semeru sama kamu, klo Semeru bikin semua orang panik, gelisah, dan Pilu.  Klo kamu tetap membuat hatiku senang, riang gembira dan lagi-lagi membuatku rindu 🌹

DIGITALISASI

Teknologi digital merupakan teknologi yang tidak lagi mengggunakan tenaga manusia atau manual. 

Sistem digital adalah perkembangan dari sistem analog ke digital. Digitalisasi cenderung pada 
sistem pengoperasian yang otomatis dengan format yang dapat dibaca oleh komputer. 

Perubahan sistem analog ke digital telah mengubah banyak hal dan mengancam eksistensi media cetak. Sebagian besar 
pelanggan media cetak telah beralih ke penggunaan teknologi on line yang lebih feksibel, bisa membaca informasi terbaru kapan saja dan dimana saja. 
Penyajian yang lebih hidup telah menarik pengiklan.

BEGITULAH pendapat Jay David 
Bolter, Wesley Chair of New Media,

teori digital selalu berkaitan erat dengan media, karena media terus berkembang seiring 
dengan majunya teknologi dari media 
lama sampai media terbaru, sehingga 
mempermudah manusia dalam segala 
bidang yang berkaitan dengan Teori Digital.

Sebaiknya kita tahu apa arti 
digital dalam arti yang sebenarnya, 
sebelum tahu apa itu Teori Digital. 

Digital berasal dari bahasa yunani yaitu, kata Digitus yang berarti jari jemari. Jumlah jari-jemari kita adalah 10, dan angka 10 terdiri dari angka 1 dan 0. Oleh karena itu Digital merupakan penggambaran dari suatu keadaan bilangan yang terdiri dari angka 0 dan 1 atau off dan on (bilangan biner). Semua sistem komputer menggunakan sistem digital sebagai basis datanya. Dapat disebut juga dengan istilah Bit (Binary Digit). 

Digital adalah sebuah metode 
yang kompleks, dan fleksibel yang 
membuatnya menjadi sesuatu yang 
pokok dalam kehidupan manusia. 

Sedangkan Teori Digital adalah 
sebuah konsep pemahaman dari 
perkembangan Zaman mengenai 
Teknologi dan Sains, dari semua yang 
bersifat manual menjadi otomatis ,dan dari semua yang bersifat rumit menjadi ringkas. 


Makin Manisnya Media Online

Ibarat anak perempuan, media 
online tengah menjadi gadis manis 
yang beranjak dewasa. Digandrungi pria yang melihatnya!
 
Kenapa media online sedemikian menariknya? 

Apakah ini berarti media cetak sudah 
“tamat” di era digital ini?

bagaimana menyikapi pertmbuhan 
media online yang ‘tanpa sekat’?
 
Dan, apa yang perlu dipersiapkan Pergerakan mahasiswa ini Indonesia dalam 
menghadapi fenomena era digital 
tersebut?


Komentar

Postingan populer dari blog ini

SAHABAT MILITAN DAN PROGRESIF

CERITA MATI LAMPU

Kopiku Mulai Dingin